Laman
- Ramadhan
- my foto
- Remaja Muslim
- Kenakalan Remaja
- Tausiyah
- K.H.Hasyim Asy'ari
- Keadilan
- Sabar
- Berdikari
- Bagaimana Seorang Muslim Berpikir?
- PENGERTIAN TAFSIR,TAKWIL DAN TERJEMAH
- AKAR DAN ASAL MULA SAINS BARAT
- KEUTAMAAN ILMU
- PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI SISTEM KEBENARAN UNIVERSAL
- METODE PENGAJARAN JOHN DEWEY
- Skenario Alam Semesta
- PTK
- STRATEGI PENGEMBANGAN PAI
- fiqih
Tentang blog ini
Kamis, 11 Desember 2014
Rabu, 31 Juli 2013
Pantun
Pantun Remaja
Burung Gelatik burung tekukur
ketiga dengan burung elang
Adik cantik berbudi luhur
membuat hamba mabuk kepayang
Burung memakan padi ketan,
ketan makanan tuan paduka.
Rindu abang bukan buatan,
ingin bertemu padamu dinda.
Dari medan ke kota Berandan,
berangkat pagi sampai petang.
Biar hilang nyawah di badan,
asal selamat dindaku sayang.
Dendang dua dendang tiga,
pecah periuk diperendangan.
Biar makan biar tiada,
asal duduk berpandangan.
Rabu, 10 Juli 2013
Tausiyah
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Saudaraku sekalian
yang kami hormati
Melalui
pertemuan pada kesempatan ini, terlebih
dahulu marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Atas karunia
nikmat yang dianugerahkan kepada kita saat ini sehingga detik ini bisa
mengikuti acara ini, semoga atas kehadiran kita ini diridhai oleh Allah SWT.
Amien.
Salam
sejahtera semoga terlimpahkan kepada baginda Nabi besar Muhammad SAW.
dimana beliaulah yang telah mendakwahkan
agama Islam kepada seluruh umat manusia,
dan semoga kita ini menjadi umatnya yang terbaik.
Saudaraku sekalian yang kami cintai.
Setiap
hamba pastilah berkeinginan agar merasakan manisnya mentaati terhadap perintah
Allah dan hidup serta kematiannya,
seluruh dosa diampuni oleh Allah SWT, demikian juga dipandang mulia oleh-Nya.
Maka harus
dengan sungguh-sungguh melestarikan tujuh kalimat, adapun yang termasuk tujuh
kalimat yang dimaksud ialah:
a.
Selalu membaca basmalah pada saat hendak memulai mengerjakan
sesuatu.
b.
Membaca Hamdallah pada saat mengakhiri suatu pekerjaan.
c.
Membaca insya Allah pada saat ingin melakukan sesuatu.
d.
Mengucapkan insya Allah pada saat ingin melakukan sesuatu.
e.
Apabila menghadapi sesuatu yang berat, maka dia mengucapkan:
Laa haula Walaa qwwata illa
billaahil’aliyyil’adim.
f.
Apabila mendapat musibah, dia mengucapkan : Inna
lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun.
g.
Pada saat malam tidak pernah lupa membaca : Laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah.
Demikian yang dapat kami sampaikan pada pertemuan saat ini semoga bermanfaat.
Dan bisa kita mengerti, sehingga nantinya
bisa kita amalkan dikehidupan sehari-hari. Akhirul
kalam.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh.
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Hadirin
sekalian yang berbahagia.
Pada
kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita bersyukur kepada Allah SWT, atas
nikmat dan hidayah-Nya sehingga pada hari ini kita bisa kembali dalam majelis
ini dengan tiada halangan suatu apapun. Mudah-mudahan kehadiran kita
mendapatkan ilmu yang bermanfaat.
Saudaraku sekalian yang kami cintai.
Shalat
adalah merupakan tiang agama, disamping itu shalat juga sebagai tanda terhadap
seseorang itu dalam keadaan kafir. Lebih jelasnya hal ini sesuai dengan hadits Nabi yang telah
diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, Attirmidzi dan Ibnu Majah serta Annasai,
yang berbunyi:
‘jabir ra. Berkata: Nabi SAW. bersabda: Antara seorang
dengan kafir hanyalah sholat, maka siapa yang meninggalkan sholat dia kafir”.
Saudaraku
sekalian yang berbahagia.
Barangsiapa
yang benar-benar meninggalkan sholat dengan disengaja, maka dia kafir dengan
terang-terangan, hal ini Nabi Muhammad SAW. juga telah bersabda:
“Dari Nabi Muhammad SAW.bersabda: Siapa yang meninggalkan
sholat dengan sengaja ,maka dia kafir terang-terangan”. HR.Atthabarani.
Demikian juga sholat merupakan penghilang dosa-dosa
yang terdapat pada anggota tubuh, maka sewaktu ruku dan sujud berjatuhanlah
dosa-dosa itu. Hal ini sesuai dengan sabada Nabi Muhammad SAW. yang berbunyi:
“ Ibnu Umar ra berkata: Sesungguhnya seorang hamba apabila
dia berdiri sholat, maka diletakkan semua dosa-dosanya di atas kepala dan kedua
bahunya, maka setiap ruku dan sujud berjatuhan dosa-dosanya itu”. HR. Ath
Thabarani, Al Baihaqi.
Dalam
hadits yang lain juga telah dijelaskan, bahwa barangsiapa yang memelihara
sholat lima waktu, maka Allah akan memuliakan dengan lima
macam kemuliaan, yaitu:
a.
Dihindarkan dari kesempitan hidup.
b.
Dihindarkan dari azab kubur
c.
Diberi kitab amalnya dengan tangan kanannya
d.
Berjalan diatas shirat seperti kilat
e.
Memasuki surga tanpa hisab
Demikian juga Allah akan memberikan
suatu hukuman terhadap siapa yang meremehkan dan meninggalkan shalat dengan
hukuman sebanyak lima belas azab. Yaitu lima saat di dunia, dan tiga tatkala
mati, serta tiga dalam kubur, , demikian juga sebanyak tiga tatkala keluar dari
kubur.
Saudaraku sekalian yang berbahagia.
Azab Allah yang ditimpakan di dunia, yaitu
berupa:
a.
Keberkatan umurnya akan dicabut
b.
Dihapus tanda keshalihan dari raut wajahnya
c.
Setiap amalab apa saja yang dikerjakannya tidak diberi
pahala oleh Allah SWT
d.
Tidak meraih bagian dari doa orang-orang yang shaleh
Dalam
sebuah cerita disebutkan: Bahwa seorang yang shaleh sedang mengubur seorang
perempuan yang telah meninggal dunia, tiba-tiba terjatuhlah dompet beserta ada
uang didalamnya ke dalam kubur tidak terasa sampai tiba di rumah baru ingat,
maka kembalilah lagi untuk menggali kubur itu, setelah digali tiba-tiba pada
kubur itu menyala api, maka dengan cepat
menutup kubur itu dan bergegas pulang sambil menangis serta bertanya kepada
ibunya: Wahai ibuku berilah tahu aku,
telah beramal apakah saudaraku itu? Ibunya bertanya: Mengapa hal itu kamu tanyakan?
Maka menjawablah: Wahai ibu, aku telah
lihat kuburnya menyala api. Lalu ibunya menangis, sambil berkata: Saudaramu itu biasa meringankan shalat dan
mengerjakan diakhir waktu. Lalu itulah keadaannya bagi yang mengakhirkan
waktu dalam mengerjakan shalat, maka
bagaimana keadaan bagi orang yang tidak mengerjakan sama sekali.
Demikian
cerita mengenai orang yang suka meremehkan shalat fardhu. Mudah-mudahan
bermanfaat apa yang telah kami sampaikan pada pertemuan kali ini, akhir kata.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh.
Sabtu, 06 Juli 2013
Remaja Muslim
Remaja Muslim di Era Globalisasi
Saat ini remaja muslim berada dalam suatu proses perubahan masyarakat global. Dalam proses globalisasi ini bagaimana remaja muslim memerankan posisi dan tanggung jawab dalam gerak perubahan masyarakat yang begitu cepat? Bagimana remaja muslim menunjukkan sikap dan citranya sebagai generasi Islam yang beridentitas di tengah perubahan ini? Bagimana remaja mengaktualisasikan diri menghadapi isu-isu global dan nilai-nilai yang berkembang di era globalisasi ini?
Posisi dan Tanggung Jawab Remaja Muslim
Dari kepentingan pelaksanaan pembangunan nasional generasi muda adalah sumber daya manusia dan sumber tenaga kerja bagi keberlangsungan pembangunan di masa depan. Bagaimana wujud dan kondisi masa depan terletak pada kesiapan dan kemampuan fisik, intelektual, rohani, dan keterampilan generasi muda kini. Sejalan dengan itu remaja muslim sebagai bagian dari generasi muda pada umumnya adalah sumber daya manusia dan sumber tenaga kerja bagi umat Islam. Kemajuan umat Islam di masa depan sangat tergantung pada generasi muda muslim melalui daya juang ( etos kerja) yang tinggi dan daya piker yang bersumber dari al-Qur’an dan as-Sunnah untuk mewarnai pelaksanaan keseluruhan aspek pembangunan nasional. Artinya, untuk membebaskan umat Islam dari kebodohan dan kemiskinan di masa depan terletak di tangan remaja muslim saat ini. Untuk itu diperlukan generasi muda muslim yang sehat dan kuat, baik aspek keimanan dan ketakwaannya, ilmu pengetahuan dan teknologinya, bermoral dan memiliki wawasan kebangsaan serta bertanggung jawab mewujudkan kebaikan, kebenaran, dan keadilan dalam proses pembangunan nasional.
Dengan demikian remaja muslim menempati posisi strategis dalam proses pembangunan bangsa dan umat Islam di masa depan. Untuk memerankan posisi dan tanggung jawabnya itu remaja muslim dihadapkan pada peluang dan tantangan dalam mengaktualisasikan dirinya di tengah perubahan masyarakat. Sebagai manusia yang sedang berproses, usia remaja mengalami fas-fase pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikologis. Pada usia 13-16 tahun disebut fase remaja pertama dan usia 17-21 tahun disebut masa remaja akhir ( Darajat, 1987:114,118). Pada masa remaja pertama pertumbuhan dan perubahan jasmaninya terjadi begitu cepat sehingga emosinya mudah terguncang, keyakinan pada Tuhan terkadang sangat kuat dan terkadang ragu. Ibadahnya pun kadang rajin dan kadang malas. Karena emosinya masih labil. Dari aspek intelektual, remaja telah memahami hal yang abstrak dan mengambil kesimpulan dari kenyataan yang di lihat dan di dengarnya. Pada masa remaja akhir pertumbuhan fisik dan intelektualnya telah mendekati kesempurnaan dan memasuki tahap dewasa. Ia telah dapat berpikir logis membedakan antara yang benar dan salah, pengetahuannya berkembang, ajaran agama diterima secara kritis. Pada masa ini ia sangat peduli terhadap masyarakat, nasib rakyat dan masa depan bangsa.
Mereka ingin mendapat tempat dalam masyarakat, ingin menonjol dan diikutsertakan dalam berbagai kegiatan di masyarakat. Jelasnya generasi muda memiliki kemurnian idelisme, keberanian dan keterbukaan dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan baru, semangat pengabdian, spontanitas dan dinamika, inovasi dan kreativitas dan keinginan yang kuat untuk menampilkan sikap dan kepribadian yang mandiri. Namun ia belum memiliki pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat , sikap dan tindakannya pada kenyataan yang ada ( Depdibud, 1978:11). Manusia yang berada dalam masa ini, menurut Owens, Jr . (1984) dan Majer (1978),disebut masa operasional formal. Ciri utamanya adalah berkembangnya kemampuan berpikir abstrak, fleksibelitas, kemampuan bernalar secara kompleks serta kemampuan mental melaksanakan uji hipotesis ( Wardani:8). Artinya , manusia pada masa remaja telah mencapai empat perkembangan, yakni : a) dapat menerima pandangan orang lain; b) dapat membandingkan apa yang didengar, dilihat dan dikatakan dengan apa yang diketahuinya dan kemudian belajar dari hal-hal tersebut c) dapat menhubungkan keseluruhan dengan bagian-bagian yang berkaitan atau sebaliknya; d) dapat memanfaatkan apa yang telah dipahami (Wardani, 1994:8).
Jumat, 05 Juli 2013
Langganan:
Postingan (Atom)








